Karen Horney’s Birthday

Nasywa Nada Rizqi Fauzia
Gambar Awal

Karen Horney and her legacy

Hari ini, kita akan merayakan ulang tahun seorang tokoh psikoanalisis neo-Freudian yang lahir pada tahun 1885 di Hamburg, Jerman. Ialah, Karen Horney, tokoh ini mengembangkan teori yang menekankan pengaruh sosial dan budaya dalam pembentukan kepribadian, menolak gagasan Freud bahwa perilaku didasarkan pada insting biologis dan dorongan seksual. Karen mengembangkan teori-teori mengenai neurosis berdasarkan pengalamannya sebagai seorang psikoterapis

Karen Horney, menawarkan perspektif revolusioner yang menolak fokus Freud pada insting biologis dan dorongan seksual. Ia meyakini bahwa kepribadian dibentuk secara fundamental oleh faktor sosial dan budaya, serta interaksi interpersonal, terutama pengalaman di masa kecil. Inti dari teorinya adalah gagasan bahwa kecemasan dasar (basic anxiety), yang berasal dari pengasuhan yang tidak konsisten atau kurangnya kasih sayang, menjadi pendorong utama di balik perkembangan neurosis.

Horney berpendapat bahwa anak-anak yang merasa tidak aman, terabaikan, atau tidak diinginkan akan mengalami perasaan ketidakberdayaan yang mendalam, yang disebut kecemasan dasar. Kondisi ini dapat memicu permusuhan dasar (basic hostility), yaitu perasaan marah dan kebencian terhadap orang tua yang dianggap tidak memberikan dukungan. Namun, karena anak-anak bergantung sepenuhnya pada orang tua mereka, mereka menekan perasaan ini, yang pada akhirnya dapat berubah menjadi konflik internal dan gangguan neurotik di masa dewasa. Untuk mengatasi kecemasan ini, individu mengembangkan strategi pertahanan yang kompulsif, yang kemudian menjadi ciri khas kepribadian mereka.

‎ Untuk mengatasi kecemasan ini, anak-anak mengembangkan tiga pola perilaku utama, atau tren neurotik, yang menjadi dasar kepribadian mereka:
1. Moving Toward People, Individu yang mengadopsi pola ini mencari kasih sayang dan penerimaan untuk melawan perasaan tidak berdaya. Mereka memiliki kebutuhan kompulsif untuk dicintai dan disetujui, seringkali menjadi sangat penurut.

2. Moving Against People, Pola ini melibatkan agresi dan dominasi. Individu dengan tren ini percaya bahwa satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan menjadi yang terkuat dan mengendalikan orang lain. Mereka bersikap kompetitif, menantang, dan mengeksploitasi atau "menyenangkan orang lain".

3. Moving Away From People, Individu yang mengadopsi pola ini mencoba untuk melepaskan diri dari interaksi sosial sepenuhnya. Mereka ingin mandiri dan swasembada, merasa bahwa keintiman dan hubungan hanya membawa rasa sakit. Mereka cenderung menjauh secara emosional dan secara fisik.

Konflik Intrapsikis: Kesenjangan antara Diri Sebenarnya dan Diri Ideal

Gambar Tengah
Ilustrasi gambar tengah artikel

Konflik ini berpusat pada citra diri yang diidealkan, yaitu gambaran diri yang sempurna dan tidak realistis yang diciptakan untuk mengatasi kecemasan. Kesenjangan antara citra ideal ini dan diri sebenarnya menimbulkan kebencian terhadap diri sendiri. Hal ini memicu pencarian neurotik akan kejayaan, di mana individu secara kompulsif berusaha mencapai kesempurnaan di semua aspek kehidupan, seringkali dengan mengorbankan kebahagiaan dan kesehatan mental mereka.

Horney menolak gagasan Freud tentang envy penis (kecemburuan penis), yang menurut Freud adalah kecemburuan wanita terhadap alat kelamin pria. Horney berpendapat bahwa jika wanita merasa cemburu, itu bukan karena penis itu sendiri, melainkan karena kekuasaan dan hak istimewa sosial yang diberikan kepada pria di masyarakat patriarkal. Ia mengemukakan gagasan envy rahim (womb envy) sebagai tandingan, menyatakan bahwa pria mungkin merasa cemburu pada wanita karena kemampuan unik mereka untuk melahirkan kehidupan.

● Psikologi Feminin ●

Horney berpendapat bahwa perbedaan psikologis antara pria dan wanita sebagian besar disebabkan oleh perbedaan budaya dan sosial, bukan anatomi atau biologi. Ia menantang gagasan bahwa wanita adalah versi yang cacat atau inferior dari pria, sebaliknya, ia melihat mereka sebagai individu yang unik yang dibentuk oleh pengalaman mereka di dunia




Daftar Pustaka
Belvana, D. R., Oktarina, E., Vinthensia, E., & Karyati, V. (2023, August 18). Analisa kasus teori Karen Horney: Jeffrey Dahmer. Binus University Psychology. https://psychology.binus.ac.id/2023/08/18/analisa-kasus-teori-karen-horney-jeffrey-dahmer/
Boeree, C. G. (2013). Personality theories (A. R. Muzir, Trans.). Prismasophie
Feist, J., Feist, G. J., & Roberts, T.-A. (2018). Theories of personality (9th ed.). McGraw-Hill Education.

Gambar Akhir

Bagikan Artikel