Lev Vygotsky’s Birthday

Nova Riskiyana
Gambar Awal

‎ ‎Siapakah Lev Vygotsky?

Pasti temen-temen Psikologi tidak asing lagi dengan salah satu tokoh Psikologi populer ini, beliau Lev Vygotsky. Tepat pada 17 November 1896 beliau lahir di Orsha, Kerajaan Rusia (sekarang di Belarus). Beliau terkenal karena gagasannya tentang perkembangan kognitif.
Dalam teori Vygotsky, perkembangan kognitif anak dibentuk oleh konteks budaya tempat mereka hidup (Gauvain & Parke, 2010). Teori sosiokultural Vygotsky menganggap bahwa perkembangan kognitif menekankan anak-anak secara aktif membangun pengetahuan dan pemahamannya melalui interaksi sosial. Perkembangan kognitif anak tergantung pada perangkat yang disediakan oleh lingkungan dan pikiran anak dibentuk oleh konteks cultural dimana anak tinggal. Perkembangan anak sebagai aspek yang tidak terpisahkan dari aktivitas sosial dan budaya.
‎ ‎

Bagaimana Perkembangan Kognitif Menurut Lev Vygotsky?

Gambar Tengah
Ilustrasi gambar tengah artikel

● The Zone of Proximal Development●
Kepercayaan Vygotsky terhadap pentingnya pengaruh sosial, terutama pengajaran, pada perkembangan kognitif anak tercermin dalam konsepnya tentang zona perkembangan proksimal (zone of proximal development atau ZPD). Zona perkembangan proksimal (ZPD) adalah istilah Vygotsky untuk menyebut rentang tugas yang terlalu sulit untuk dikuasai anak secara mandiri, tetapi dapat dipelajari dengan bimbingan dan bantuan orang dewasa atau anak yang lebih terampil.
Dengan demikian, batas bawah dari ZPD adalah tingkat keterampilan yang dapat dicapai anak ketika bekerja secara mandiri. Sedangkan batas atas adalah tingkat tanggung jawab tambahan yang dapat diterima anak dengan bantuan seorang pengajar yang lebih mampu.
ZPD menggambarkan keterampilan kognitif anak yang sedang berkembang dan hanya dapat diselesaikan dengan bantuan seseorang yang lebih terampil (Daniels, 2011). Mengajar dalam ZPD mencerminkan konsep pengajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan. Hal ini mencakup kesadaran terhadap “di mana posisi siswa dalam proses perkembangannya dan memanfaatkan kesiapan mereka. Ini juga tentang mengajar untuk memungkinkan kesiapan perkembangan, bukan hanya menunggu siswa untuk siap” (Horowitz & lainnya, 2005, hlm. 105).

● Scaffolding●
Scaffolding berarti mengubah tingkat dukungan yang diberikan. Selama proses pembelajaran, seseorang yang lebih terampil (seperti guru atau teman sebaya yang lebih mahir) menyesuaikan jumlah bimbingan agar sesuai dengan kemampuan siswa saat ini. Ketika siswa sedang mempelajari tugas baru, orang yang terampil tersebut dapat menggunakan instruksi langsung. Seiring meningkatnya kompetensi siswa, bimbingan yang diberikan akan semakin berkurang. Mengutip dari Fitriana, T. R., & Yusuf, M(2024), Scaffolding berperan penting dalam Zona Perkembangan Proksimal (ZPD), di mana anak-anak mampu mencapai keterampilan yang lebih tinggi dengan bimbingan.

● Language and Thought●
Dalam pandangan Vygotsky, bahasa memainkan peran penting dalam perkembangan anak (Gredler, 2009). Menurut Vygotsky, anak-anak menggunakan ucapan tidak hanya untuk komunikasi sosial, tetapi juga untuk membantu mereka menyelesaikan tugas. Vygotsky (1962) lebih lanjut berpendapat bahwa anak-anak kecil menggunakan bahasa untuk merencanakan, membimbing, dan memantau perilaku mereka. Penggunaan bahasa untuk mengatur diri sendiri ini disebut bicara pribadi (private speech).
Bagi Piaget, bicara pribadi bersifat egosentris dan belum matang, tetapi bagi Vygotsky, hal itu merupakan alat berpikir yang penting selama masa kanak-kanak awal (John-Steiner, 2007).
Vygotsky mengatakan bahwa bahasa dan pikiran pada awalnya berkembang secara terpisah, kemudian menyatu. Ia menekankan bahwa semua fungsi mental memiliki asal-usul eksternal atau sosial. Anak-anak harus menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain sebelum mereka dapat memusatkan perhatian ke dalam pikiran mereka sendiri. Mereka juga harus berkomunikasi secara eksternal dan menggunakan bahasa untuk waktu yang lama sebelum dapat beralih dari bicara eksternal ke bicara internal.
Para peneliti menemukan dukungan bagi pandangan Vygotsky bahwa bicara pribadi berperan positif dalam perkembangan anak (Winsler, Carlton, & Barry, 2000). Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih sering menggunakan bicara pribadi ketika tugas sulit, setelah mereka melakukan kesalahan, dan ketika mereka tidak yakin harus berbuat apa (Berk, 1994).

Mereka juga menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan bicara pribadi lebih fokus dan menunjukkan peningkatan kinerja yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang tidak menggunakan bicara pribadi (Berk & Spuhl, 1995).
‎ ‎

DAFTAR PUSTAKA
Insani, H. N. (2024). Strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan berbahasa pada anak usia dini pemalu melalui pendekatan teori zona perkembangan proksimal (ZPD) Vygotsky. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 1‑14. https://doi.org/10.47134/paud.v2i2.1272
Kurniati, E. (2025). Teori sosiokultural Vygotsky untuk anak usia dini. Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 19‑24. https://www.putrapublisher.org/ojs/index.php/jspaud/article/view/703
Santrock, J. W. (2011). Educational psychology (5th ed.). McGraw-Hill.

Gambar Akhir

Bagikan Artikel